Opportunity Cost

Salah satu hasil dari model posibilitas yang sangat nyata dalam kehidupan kita adalah ketika memiliki sedikit sumber daya untuk memperoleh output, seperti untuk memperoleh nilai tinggi matakuliah ekonomi, maka Anda mesti mengorbankan output yang lain misalnya nilai matakuliah matematika. Pengorbanan ini dinamakan dengan Opportunity Cost. Secara definisi, Opportunity Cost merupakan suatu alternatif bernilai tertinggi yang dikorbankan oleh pembuat keputusan ketika membuat suatu pilihan lain.

Lihat Grafik. Ketika seorang mahasiswa ingin mendapatkan nilai matakuliah ekonomi yang lebih tinggi, maka ia harus bisa menerima nilai matematika yang lebih rendah. Biaya Penuh (Full Cost) yang ada dalam setiap pilihan bukanlah biaya sesuatu barang berlabel harga saja.

Jadi, selain biaya langsung yang keluar dari kantong (secara monetary), ada biaya lain yang bisa mempengaruhi keputusan yakni Opportunity Cost. Contoh berikut merupakan contoh pilihan yang biasa dialami oleh mahasiswa di dalam kelas. Mereka telah membuat pilihan untuk kuliah. Pertanyaannya, apakah Biaya Penuh dari keputusan yang mereka buat?

Biaya Kuliah = Biaya langsung kuliah + Biaya tak langsung kuliah (Opportunity Cost)

Menurut Anda, apakah Opportunity Cost merupakan suatu hal yang penting untuk difikirkan oleh mahasiswa dalam membuat keputusan untuk kuliah? Anda perlu memikirkan dua pertanyaan berikut:

  • Apakah biaya langsung kuliah? yakni biaya yang keluar dari kantong si mahasiswa antara lain membayar biaya bimbingan belajar, biaya pendaftaran, uang kuliah, buku, alat-alat tulis dan lain-lain?
  • Apakah biaya tidak langsung kuliah? Yakni, adakah kegiatan lain yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dengan waktu dan energinya untuk kuliah?

Mesti Anda ingat bahwa Opportunity Cost bukan saja terkait besaran rupiah yang keluar dari kantong Anda, tetapi yang dilihat disini adalah nilainya. Apabila Anda tidak kuliah, mungkin Anda dapat bekerja di satu instansi. Artinya Anda akan mengorbankan gaji yang bisa diperoleh jika bekerja, atau mungkin kehilangan waktu luang untuk bermain bersama keluarga, mengurus anak, liburan atau waktu bersantai.

Apabila nilai Opportunity Cost kuliah itu terlalu tinggi, Sebagai pembuat keputusan sebaiknya Anda memutuskan untuk tidak kuliah. Satu contoh lagi, misalkan saja Anda seorang atlit kampus. Ada tim profesional yang mendatangi Anda dan menawarkan agar bergabung dalam tim mereka, maka ada kemungkinan Anda akan mengorbankan gaji bernilai jutaan rupiah yang bisa diperoleh jika Anda tetap memilih untuk kuliah, atau bisa juga kehilangan kesempatan menjadi seorang atlit profesional.

Kita kembali pada pertanyaan awal. Apa sebenarnya Opportunity Cost kuliah? Jawabnya adalah ‘Tergantung’. Anda hanya perlu mengingat definisi opportunity cost, yakni suatu alternatif bernilai paling tinggi yang dikorbankan oleh pembuat keputusan ketika membuat suatu pilihan.


Pasar Tenaga Kerja dan Upah Minimum

Jika kita membahas tentang pasar tenaga kerja, yaitu pasar yang terdapat pembeli dan penjual tenaga kerja (labor) di mana individu tenaga kerja seperti anda dan saya merupakan supplier sedangkan firma adalah sebagai demander.
Pembahasan ini terdiri dari Supply dan Demand sebuah toko buku A, dan upah minimum (minimum wage).
Dalam pasar barang/jasa sumbu Y merupakan harga (price)


Perubahan Demand dan Supply

Kita sudah pernah membahas tentang hukum permintaan dan penawaran. Pada pembahasan kali ini kita akan membawa kedua konsep yang sangat penting tentang perilaku pasar tersebut secara bersamaan ke dalam satu grafik Demand dan Supply.
Seperti yang kita dapat lihat pada grafik, kurva Demand yang menurun ke bawah mencerminkan hubungan yang negatif


Inflasi & Indeks Harga

Kita perlu mengetahui tiga tujuan makroekonomi yang mempengaruhi perkonomian. Pertama harga yang stabil; kedua, tingkat pengangguran dapat diturunkan; dan tujuan ketiga adalah mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Tantangan yang kita hadapi adalah: bagaimana setiap tujuan tersebut bisa diukur, dan apakah arti dari ketiganya?
Pembahasan kita kali ini adalah tujuan makroekonomi yang pertama, yakni harga


Exchange Rates

Sebelum memahami nilai tukar mata uang (exchange rates), terlebih dahulu anda mesti faham satu konsep yang juga merupakan satu komoditas untuk diperjualbelikan yaitu foreign exchange (mata uang asing) atau foreign money (uang asing). Disitulah awal muncul pasar mata uang asing, yaitu pasar yang semestinya ada si pembeli mata uang (Demand) dan orang yang menawarkannya (Supply).
Pada


Money

Jika anda adalah seorang ekonom yang percaya pada peran aktif bagi pemerintah dalam mengelola perekonomian, maka anda mengetahui bahwa kebijakan fiskal (adalah perubahan dalam perbelanjaan pemerintah dan/atau perpajakan dalam rangka pencapaian tujuan makroekonomi tertentu) itu merupakan satu jenis alat yang bisa digunakan.
Tetapi apakah anda mengetahui bahwa anda bisa merangsang atau memperlambat perbelanjaan dengan menambah atau


Supply

Bagi para ekonom Supply mempunyai arti yang sangat khusus yaitu asumsi hubungan yang positif antara harga barang atau jasa dan kuantitas barang atau jasa yang ingin dan mampu disediakan oleh produsen di pasar. Maksudnya adalah jika harga meningkat maka produsen ingin dan mampu menyediakan lebih banyak kuantitas. Sebaliknya jika harga turun maka produsen akan menyediakan


Demand

Salah satu tujuan dari materi apapun dalam ekonomi mikro adalah agar kita dapat memperoleh pemahaman bagaimana cara kerja suatu pasar persaingan. Kita memerlukan pemahaman tentang dua konsep kunci berkaitan dengan pasar, yaitu tentang hukum permintaan dan hukum penawaran. Kita sering mendengar bahwa harga merupakan penentu di pasar persaingan akibat tekanan dari permintaan dan penawaran.
Ahli ekonomi


Mikroekonomi vs Makroekonomi

Jika ilmu ekonomi hanya merupakan isu yang membahas cara orang untuk memilih sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas, kenapa ada mikroekonomi dan makroekonomi?
Sebenarnya ini hanya pertanyaan berkaitan dengan ruang lingkup.
Mikroekonomi berurusan dengan pilihan satu entitas yaitu satu produk, satu harga, satu konsumen, satu rumah tangga, satu bisnis dan bahkan satu industri.
Di


Regulasi

Kenapa orang menganggap pemain monopoli adalah orang yang jahat?
Itu dikarenakan pemain monopoli membebankan harga yang lebih tinggi dan menyediakan lebih sedikit output di pasar dibandingkan yang dilakukan pasar persaingan.
Orang-orang mana yang mengatakan itu jahat? Tentunya bukan si pemain monopoli yang mengatakannya. Konsumenlah yang mengatakan pemain monopoli itu jahat.
Sekarang, apakah pada kasus si konsumen kehilangan Rp10.000